Sabtu, 15 Desember 2012

PERANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN TERPADU


A.     Peranan Guru Sebagai Perencana
Perana guru sebagi perencana dalam pembelajaran terpadu adalah guru harus merencanakan suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukannya bersama anak didik.
·         Perencanaa tahunan,
Dalam perencanaan tahunan sudah ditetapka disusun kemampuan, keterampilan dam pembiasan – pembiasaan yang diharapkan dicapai anak didik dalam satu tahun.
·         Program semester,
Program semester adalh program tahunan yang dibagi menjadi dua yaitu dalam dua  semester.
·         Perencanaan mingguan (satuan kegiatan mingguan),
SKM berisi kegiatan – kegiatan dalam rangka mencapai kemampuan yang telah direncanakan untuk satu minggu sesuai tema pada minggu tersebut.
·         Perencanaan harian (satuan kegiatan harian),
SKH merupakan perencanaan pembelajaran untuk setiap hari yang dibuat oleh guru yang dijabarkan dari SKM.
Langkah – langkah penyusunan perencanaan untuk pembelajaran terpadu seperti yang disarankan oleh Kostelnik adalah:
Ø  Menuangkan ide anda ke dalam tulisan, masukkan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan tema ke dalam rencana anda. Pertimbangkan waktu untuk melaksanakannya dan siapkan kegiatan-kegiatan yang tidak berhubungan dengan tema untuk memberikan kesempatan pada anak yang tidak menyukai tema yang telah ditetapkan.
Ø  Periksa sekali lagi rencana pembelajaran tersebut, pastikan bahwa paling sedikit ada tiga jenis kegiatan yang berhubungan dengan tema dalam satu hari. Pastikan bahwa dalam satu minggu seluruh aspek perkembangan yang akan dicapai sudah tercantum dan akan dilaksanakan.
Ø  Jika dalam perencanaan anda terdapat kerja sama dengan para ahli seperti dokter, guru musik, polisi, pak pos, dll pastikan anda telah menyampaikan isi tema yang akan anda terapkan pada kegiatan pembelajaran tersebut.
Ø  Persiapkan bahan, alat, media, narasumber, dan sarana prasarana, seperti tempat yang akan digunakan dengan baik dan perkiraan peristiwa yang mungkin terjadi pada saat tema dilakukan.
Ø  Organisasikan tema dengan baik sehingga setiap anak dapat terfokus pada tema.
Ø  Pastikan bahwa dalam rencana anda seluruh konsep, istilah, fakta dan prinsip telah dikembangkan dengan baik  dan kegiatan yang dilaksanak cukup bervariasi.
Ø  Ciptakan suasana tematik di dalam kelas, seperti menempatkan gambar-gambar yang berhubungan dengan tema.

Secara lebih khusus, perencanaan yang harus disusun oleh guru tersebut dituangkan dalam perencanaan mingguan dan perencanaan harian, yang akan dijelaskan berikut ini.
a.       Prosedur atau langkah – langkah dalam menyusun perencanaan mingguan atau SKM:
o   Mempelajati program semester yang telah dibuat
o   Menghitung tanda check pada kemampuan yang akan diharapka dicapai dari tema yang akan dibahas untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kognitifm, seni, fisik motorik, dan prilaku.
o   Membagi indikator kemampuan yang diharapka akan dicapai dengan jumlah minggu dalam satu semester (17 minggu).
o   Sebarkan indikator kemampuan dalam satu minggu tersebut untuk setiap hari  (5-6 hari) sesuai jumlah hari belajar di TK masing-masing.
o   Memberi  tanda / nomor kode pada masing-masing indikator kemampuan pada setiap bidang pengembangan.
o   Menjabarkan tema ke dalam sub tema yang akan dikembangkan.
o   Menetapkan kegiatan pembelajaran sesuai indikator kemampuan dan sesuai dengan sub tema yang merupakan hasil penjabaran.
o   Menempatkannya ke dalam format modem webb atau matriks atau model  yang digunakan TK maing – masing .
b.       Prosedur atau langkah – langkah penyusunan kegiatan harian atau SKH:
o   Menganalisis  SKM yang telah disusun.
o   Menetapkan tema atau subtema sesuai dengan SKM.
o   Menetapkan indikator kemampuan yang akan dicapai pada hari itu yang dicermati dari SKM.
o   Tentukan bentuk kegiatan sesuai tahap perkemangan anak, tema, dan waktu.
o   Menentukan pengorganisasian pelaksanaan kegiatan.
o   Menetapkan materi, alat, bahan , dan media yang digunakan dalam tema tersebut.
o   Menetapkan penilaian perkembangan anak dalam proses belajar mengajar (KBM).
o   Susunlah semua komponen tersebut ke dalam format yang telah disediakan.

B.     Peran Guru sebagai  Pelaksana
Setelah perencanaan selesai disusun maka tugas guru selanjutnya adalah melaksanakan apa yang telah direncanakan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Agar  kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif, sebaiknya Anda perhatikan langkah – langkah berikut:
ü  Kembangkan  rencana yang telah anda susun dan perhatikan kejadian / peristiwa spontan yang ditunjukkan oleh anak terhadap materi yang dipelajari hari itu.
ü  Melaksanakan penelitian terhadap minat dan pemahaman anak mengenai tema tersebut dengan menggunakan pengamatan, wawancara, diskusi kelompok maupun contoh hasil karya anak.
ü  Bantu anak merefleksikan pemahamannya tentang isi dan proses kegiatan pembelajaran.
ü Lakukan percakapan dengan anak tentang hal – hal yang berkaitan dengan tema sehingga anda dapat mengetahui seberapa jauh pemahaman anak terhadap tema tersebut.
ü  Adakan kerjasama dengan orangtua secara timbal balik mengenai kegiatan pembelajatan yang dilaksanakan.
Pada tahap pelaksaan ini kegiatan – kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
ü  Melaksanakn rencana pembelajaran yang telah dirancang pada tahap sebelumnya.
ü  Anak didik diorganisasikan berdasarkan pada jenis kegiatan yang akan dilaksanakan.
ü  Pada kegiatan pembukaan sebaiknya anak didik diorganisasikan secara klasikal dengan tujuan menggiring dan mengkondisikan anak menuju pada tema yang telah dipilih.
ü  Pada kegiatan inti anak – anak dibagi menjadi beberapa kelompok sesiau dengan kegiatan yang telag ditetapkan.
ü  Pada akhir kegiatan, guru dapat mengajak anak didik mengunjungi tempat yang sesuai tema, misalnya kebun bunga, kantor pos, rumah sakit, dengan melibatkan orang tua anak didik.
ü  Pada akhir kegiatan guru melakukan refleksi dengan mengajak anak-anak berdiskusi dan meminta anak mengemukakan apa yang mereka pelajari.

C.     Peranan Guru Sebagai Evaluator

Guru melakukan penilaian terhadap proses kegiatan belajar dan penilaian hasil kegiatan. Dalam penilaian proses kegiatan, guru melakukan penilaian dengan melakukan observasi atau pengamatan terhadap cara belajar anak baik secara individual maupun kelompok. Anda harus mencatat dan mendokumentasikan hasil – hasil pengamatan tersebut secara cermat. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan yang dicapai oleh anak secara individual maupun kelompok. Banyak peranan lain yang harus dilakukan guru sebagai pendidik, pembimbing dan pelatih, diantaranya adalag sbb:
  Korektor
Sebagai korektor guru harus bisa membedakan nilai yang baik dan mana nilai yang buruk sehingga guru dapat menilai dan mengoreksi semua sikap, tingkah laku, dan perbuatan anak didik.
 Inspirator
Sebagai inspirator guru harus dapat memberikan ilham yang baik bagi kemajuan belajar anak didik. Pada peran ini guru harus dapat menuangkan ide-ide atau gagasan-gagasan atau melakukan inovasi pembelajaran guna  kemajuan belajar dan perkembangan anak didik.
Informator
Guru harus dapat memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selain sejumlah materi yang telah di programkan sesuai kurikulum.
  Organisator
Guru memiliki kegiatan pengelolaan kegiatan akademik, menyusun tata tertib sekolah, menyusun kalender akademik.
  Motivator
Guru hendaknya dapat mendorong anak didik agar lebih bersemangat dan aktif dalam belajar.
  Inisiator
Guru harus dapat berperan sebagai pencetus ide – ide kemajuan dalam pendidikan dan  pembelajaran.
  Failitator
Sebagai fasilitator guru hendaknya dapat menyediakan fasilitas yang memungkinkandan memudahkan kegiatan belajar anak didik, menyediakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan dapat membangkitkan anak didik untuk melakukan eksplorasi.
  Pembimbing
Bimbingan yang diberikan guru sebaiknya sesuai kebutuhan anak didik. Guru harus melihat seberapa jauh anak memerlukan bimbingan dan bantuan.
 Demonstrator
Dalam kegiatan pembelajaran tidak semua materi pelajaran dapat dipahami anak didik mengingat kemampuan setiap anak berbeda-beda. Untuk materi yang sulit dipahami anak didik, guru harus dapat memperaagakan sehingga dapat membantu anak yang tidak memahami materi tersebut.
  Pengelola kelas
Pengelolaan kelas menunjuk pada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar.
  Mediator
Sebagai mediator yaitu, peran guru sebagai penyedia media. Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang media pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya.
 Supervisor
Sebagai supervisor hendaknya guru dapat membantu, memperbaiki dan menilai secara kritis terhadap proses pembelajaran.







Daftar Pustaka :
Aisyah Siti. 2007. Modul Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Universitas Terbuka










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar